Category Archives: Pengembangan Diri
Akan Jadi Apa Setelah Sarjana?

Gambar dari Google.
Pertanyaan ini senantiasa menggelayut dalam benak calon sarjana. Saya mengalaminya, dulu. Ketika memasuki tahun kelima kuliah dan mulai mencari-cari topik tugas akhir, pertanyaan “akan jadi apa setelah sarjana” selalu mengganggu pikiran. Wajar terjadi, karena sebentar lagi akan meninggalkan dunia mahasiswa dan memasuki dunia lain, dunia kerja.
Sewaktu memilih masuk Geofisika saya bukannya tanpa pertimbangan matang. Meskipun saat itu yang saya tahu tentang Geofisika hanyalah sebatas BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) yang sekarang sudah menjadi BMKG dengan tambahan klimatologi. Seiring perjalanan waktu, informasi mengenai lapangan pekerjaan semakin bertambah. Tapi, ini malah menambah kebingungan saya, mau pilih mana?
3 Pilar Kompetensi
By : Ikus
Menurut Kamus Kompetensi LOMA (1998), kompetensi didefinisikan sebagai aspek-aspek pribadi dari seorang pekerja yang memungkinkan dia untuk mencapai kinerja yang superior. Tidak aneh jika kemudian kompetensi ini menjadi pertimbangan utama dalam rekruitmen karyawan. Terus, apa saja aspek-aspek yang mesti kita miliki sehingga kita dinilai memiliki kompeten dibanding yang lainnya???
Menurut Tanri Abeng dalam bukunya, ada 3 pilar yang membangun kompetensi yaitu, knowledge (ilmu/pengetahuan) , skill (keterampilan) , dan attitude (sikap).
* Knowledge (ilmu/pengetahuan)
Sebagai seorang geophysicist atau calon geophysicist tentunya kita dituntut memiliki ilmu dan pengetahuan yang memadai tentang bidang ilmu yang kita tekuni. Bukan hanya basic ilmunya saja, tapi jika ingin bisa bersaing dan memenangkan persaingan dibutuhkan lebih dari itu. Memang dibutuhkan etxra time, atau bahkan kita harus meluangkan waktu untuk lebih banyak membaca dan membaca lagi, mengkaji dan mengkaji lagi. Namun, hasilnya akan sangat bermanfaat di masa yang akan datang. Perlu diingat, kedalaman ilmu dan luasnya pengetahuan akan berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri kita. Kenapa banyak yang gagal di tes wawancara, salah satu faktornya adalah kurang percaya diri saat berhadapan dengan pewawancara. Hal ini banyak disebabkan oleh keraguan terhadap ilmu/pengetahuan yang dimiliki.
Beberapa Tips Melamar Pekerjaan
Beberapa tips melamar pekerjaan :
1. Lamar pekerjaan yang anda minati dan yakin mampu melaksanakan.
2. Buatlah surat lamaran yang terkesan individual/personal, khusus untuk perusahaan yang dimaksud. Jangan membuat surat lamaran yang sudah diformat secara standar atau meniru/menjiplak mentah-mentah dari buku.
3. Usahakan surat tersebut singkat, faktual, dan menarik, dengan bahasa yang jelas dan penampilan menarik, dalam arti: rapi (tidak ada kesalahan ejaan atau tatabahasa), bersih (tinta hitam di atas kertas putih, jangan ada koreksi seperti tip-ex atau perbaikan dengan pensil/bolpoin–sebaiknya ketik dan cetak ulang saja) dan selalu berusaha ditujukan kepada seseorang tertentu (nama dan/atau jabatan yang spesifik).
4. Surat lamaran maksimal hanya satu halaman, selalu disertai resume/C.V. (curriculum vitae) Anda dan memberi impresi pertama yang positif tentang Anda.
5. Resume/C.V. Anda sebaiknya memberi detail tentang latar belakang pendidikan, keterampilan-keterampilan yang Anda miliki, pengalaman kerja (full-time, part-time, atau freelance yang memberi Anda kompetensi tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan), aktivitas (organisasi, masyarakat, olahraga, dsb) dan prestasi-prestasi (di sekolah maupun luar sekolah) yang pernah Anda raih.
