Monthly Archives: July 2008

Seismik Stratigrafi (Intro)

By : Ikus

Studi seismik stratigrafi dimulai dengan analisis penampang seismik untuk menguraikan kerangka stratigrafinya berdasarkan batas ketidakselarasan sekuen atau analisis sekuen seismik. Hal ini bisa dilakukan dengan mengenali dan mengelompokkan ketidakmenerusan dalam pola refleksinya. Dikenal dua jenis batas yaitu batas atas dan bawah yang dikenal dengan batas sekuen seismic (sequence seismic boundary).

Jika paket refleksinya sudah ditetapkan, maka analisis konfigurasi internal paket refleksi dapat dilakukan berdasarkan geometri, kemenerusan, amplitudo, frekuensi, dll atau analisis fasies seismic. Analisis ini dapat digunakan untuk interpretasi sejarah geologi, gross litologi, dan lingkungan pengendapan.

Read the rest of this entry

Palinspatic Map

By : Frank Sinartio

Palinspastic map adalah map yang menunjukkan keadaan geology pada suatu saat di masa lalu, surface dan subsurface. Misalnya pada suatu saat (misal awal Pliostocene) bagaimana keadaan struktural dan stratigraphy dari permukaan bumi, juga bagimana keadaan struktural daan stratigraphy dari SB (sequence boundary) atau sandstone dst yang terendapkan pada jaman oligocene (yang lebih tua jadi ada di subsurface).

Secara geometry, horizon-horizon dibalikan ke keadaannya seperti sebelum terjadi fault. Demikian juga folding di luruskan lagi. Secara 2D sering dilakukan “flattening“, tetapi metode ini kelemahannya pada kondisi dimana terjadi strike slip fault atau reverse fault atau gabungan keduanya sering tidak bisa di restore kembali. Atau ada erosi pada “horizons” atau permukaan yang mau dipakai sebagai reference untuk flattening.

Secara 3D dilakukan dengan mengurangkan grid yang akan dipakai sebagai reference dengan grid yang mau dilihat keadaaannya pada saat waktu itu (contoh diatas: “grid oligocene” – “grid pliostocene”) kelemahannya sama dengan cara 2D diatas.

Dua hal lagi yang harus diperhatikan dalam 2D dan 3D “mathematical method” seperti yang saya paparkan diatas. yaitu (1) sering horizons yang kita mau jadikan reference itu tdk flat waktu di endapkan, dan sangat susah mendapatkan berapa derajat kemiringan nya waktu di endapkan. Walaupun hal ini bisa dibantu dengan cara mem-balance-kan secara kinematik (lihat apakah gambar geometry-nya stabil) komponen-komponen (endapan) sekitar permukaan/horizon ini.  (2) Di area dimana ada fault displacement yang besar, untuk normal fault, daerah tdk ada data (karena top horizon-nya tidak ada atau “faulted out“), jadi waktu dikurangkan maka daerah yang tidak ada datanya akan bertambah besar. Untuk reverse fault harus selalu memakai permukaan yang sama, apakah dua-duanya pakai footwall-nya atau dua-duanyanya pakai hanging wall-nya.

Read the rest of this entry

Metode Geolistrik

By : Eff.Amin

Metode geolistrik atau biasa disebut juga Electrical Resistivity Tomography (ERT) atau Electrical Resistivity Imaging merupakan salah satu metode geofisika. Metode ini pertama kali diketemukan dan dikembangkan oleh Conrad Schlumberger dan Frank Wenner.

Pada awalnya metode ini hanya merupakan 1D, namun seiring dengan perkembangan teknologi maka metode ini berkembang menjadi 2D dan 3D yang menggunakan multi elektroda sehingga hasilnyapun sudah lebih menampakan sebaran batuan bawah permukaan dan juga dapat menghitung volume.

Prospect Generation and Maturation

By : Frank Sinartio

Introduction

The purpose of this short summary is to give a guideline for prospect generation & maturation, starting from well data, seismic interpretation, structural and stratigraphic mapping, reservoir mapping, and fluid distribution mapping.

The emphases is on seismic and well data, but seismic processing & acquisition, petrophysics and rock physics are not included, neither is basin modeling.

Work flow and time table can be generated using this list. The example of time table included here is divided in the percentage of the time, not the amount of time. The main reason of this is that different case may have different challenges and different time frame.

Lists of other special processes/analyses, and interpretations are listed but not discussed. This is not an exhaustive lists, so the lists should always be revised.

This summary is only a guide line and not a complete check list. The summary should be revised from time to time to accommodate new technologies or processes that have not been included here. This summary can be easier to understand, if pictures of examples are included. This effort is being done.

Usage of journal book of observations is highly encouraged to take note of problems, interesting observations and alternative interpretations.

Last but not least, in the last section there is a suggestion of method to do seismic interpretation fast with good quality and a suggestion to make the seismic interpretation easier. It is named : “the fast five and the easy sixth”.

Summary of processes

1. Data Preparation and QC

  • Check survey location of seismic
  • Check locations of wells
  • Check volume type of the seismic
  • Check polarity of the seismic
  • Check seismic ties between surveys
  • Check quality and completeness of well curves
  • Scan seismic for disturbance like multiple, pull up effect, push down effect, fault shadows etc.
  • Scan the seismic for DHI: bright spot, flat spot, phase reversal

Read the rest of this entry

HRS for LabGeo Unhas

Informasi terbaru, Geofisika Unhas baru saja membeli software HRS dengan academic license dari CGGVeritas. Lisensi yang dibeli meliputi Strata, AVO, dan ELog. Strata untuk Inversi 2D dan 3D baik untuk pre-stack maupun post-stack (AI, EI, EEI, LMR, Sim-Inv), AVO untuk modeling dan analisis AVO dari prestack data untuk prediksi lithologi dan fluid content, dan Elog adalah tools analisis untuk log editing, checkshot correction, synthetic generation, log transformation.

Kita semua berharap pembelian ini bisa mendorong dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan studi dan riset yang bisa meningkatkan softskill yang dimiliki.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.